Ada cerita kasih, pada suatu hari seorang anak SMP tidur lalu bermimpi. Dalam mimpinya, seolah-olah setiap orang bisa melihat bentuk hati di dada orang lain termasuk hatinya sendiri. Sekilas, ia sangat mengagumi dan terheran-heran dengan suasana ini. Lalu, anak SMP itu mengalihkan pandangan ke dadanya sendiri, ia sangat bangga ketika melihat hatinya berbentuk merah jambu utuh dan berkilauan. “Hati yang sempurna” katanya, “Tak bercacat dan tak bernoda”. Lalu ia melangkahkan kakinya keluar. Ia mulai mengamati hati orang-orang
disekitarnya. Ada yang terpancar indah seperti miliknya, ada yang terdapat luka, ada yang besar, ada yang kecil, dan sebagainya. “ Wow, luar biasa…” katanya lagi. Si anak SMP makin yakin bahwa hatinyalah yang paling sempurna karena ia tidak melihat ada hati yang lebih indah dari miliknya. Pandangan si Anak SMP terpaku
saat melihat seorang wanita tua yang menggunakan penutup kepala. Wanita tua itu hampir tidak kelihatan wajahnya. Wanita tua itu berhati sangat besar tetapi tak berbentuk. Anak SMP itu heran kenapa banyak sekali lubang yang ternganga di hati orang itu. Ia berjalan mendekat ke arah si wanita tua dan bertanya kepadanya. “Kenapa hatimu seperti itu? kenapa tidak berbentuk sempurna dan indah seperti milik saya ?” Katanya setengah
pamer. Jawab wanita itu, “Mungkin karena kamu masih SMP dan belum terlalu memahami dunia. ” Read the rest of this entry »

air kering

VIVAnews – Air selalu identik dengan basah. Meski terlihat sangat kontradiktif, ilmuwan berhasil menciptakan ‘air kering’ atau dry water.
Rupa ‘air kering’ ini mirip gula bubuk dan diharapkan akan jadi ‘percikan besar’ secara komersial.
Tiap partikel dari air ini berisi tetesan air yang dikelilingi lapisan pasir silika. Faktanya, 95 persen dari ‘dry water’ adalah air ‘basah’.
Salah satu keunggulan dari produk ini adalah kemampuannya menyerap gas.
Para ilmuwan yakin, dry water bisa digunakan untuk melawan pemanasan global (global warming). Caranya, dengan menyerap dan menyaring gas rumah kaca — karbon dioksida (CO2).
Tes membuktikan, air kering ini tiga kali lebih baik dalam hal menyerap CO2 dibandingkan air biasa.
Air kering membuktikan bisa berguna menyimpan metana dan memperluas potensi sumber energi gas alam.
Dr Ben Carter dari University of Liverpool mempresentasikan hasil riset dry water dalam The 240th National Meeting of the American Chemical Society di Boston.
“Tidak ada yang seperti ini. Kami berharap bisa melihat dry water membuat gelombang di masa depan,” kata dia, seperti dimuat laman Belfast Telegraph, Kamis 26 Agustus 2010.
Aplikasi lainnya didemonstrasikan oleh tim dengan cara menggunakan dry water sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi antara hidrogen dan asam maleat.
Ini menghasilkan asam suksinat, bahan baku utama yang banyak digunakan untuk membuat obat, bahan makanan, dan produk konsumen.
Biasanya hidrogen dan asam maleat harus diaduk secara bersamaan untuk membuat asam suksinat.
Namun, proses ini tak lagi diperlukan jika menggunakan air kering. Ini membuat proses lebih ramah lingkungan dan lebih hemat energi.
“Jika Anda dapat menghapus proses pengadukan, maka kemungkinan Anda membuat penghematan energi yang cukup besar,” kata Dr Carter.
Teknologi ini juga dapat diadaptasi untuk menciptakan “emulsi bubuk kering” — campuran dari dua atau lebih cairan yang tak bisa disatukan — seperti minyak dan air.
Para peneliti percaya, emulsi kering bisa membuat penyimpanan cairan berbahaya lebih aman dan lebih mudah. (umi)

(http://wap.vivanews.com/news/read/173565-aneh-tapi-nyata–ilmuwan-ciptakan-air-kering)

Search
Archives